peace signpeace sign New Year, New Hope!!!! peace signpeace sign
Showing posts with label Badminton. Show all posts
Showing posts with label Badminton. Show all posts

Friday, July 5, 2013

Thank You Taufik Hidayat

Maybe it's too late for writing this, but finally I have time for this :) Taufik Hidayat has been retired last month. As we know he planned to end his career in the tournament that he already been the king there. Yes Djarum Indonesian open. He has been the champions for six times (three of them consecutively). Taufik is one of the king on court in badminton beside Lin Dan, Lee Chong Wei, and Peter Gade (who was retired first). He has very accurate smash, super backhand smash, good footwork, and super tricky netting, very scary for who on the other side of court and against him. FYI, he is still on top for the fastest smash in man single with 305 km/h. It was happened when he was against Ng Wei in World Championship 2006.

He started his career when he joined the SGS Club, a badminton club in Bandung, where he trained under Iie Sumirat. He turned in to professional straightly in 15. When he was 18, he reached the All England final but lost from Peter Gade with rubber set. People finally saw at him and know that the new legend was born. After the first All England in 1999, in 2000 he once again went to final for the second time and lost again against China Xie Xuanze (former coach of Chen Jin). Go to the All England final for two times when he is still young made people predict that someday he will win the All England. Ironically, All England is the only one of the title that he never won until he retired this year. 

For Indonesia, the most highest contribution that was contibuted by Taufik Hidayat is when he get an Olympic Gold Medal in Athena on 2004. He cried when Indonesian flag was got up and Indonesia Raya was played. That was a touching moment for him and for us too. He was a Champion for Asian Championship in the same year. But, because he has an injury, his performance was decrease slowly. And the final is in Djarum Indonesia open 2013 as his last tournament before retired, he was lost by Sai Praneeth from India in the first round. Not a good ending for the legend.

He never lift up any championship in 2012 and 2013, he lost his ability, especially the backhand smash, he is not scary to the opponent anymore. But beside that, I mean it's just a little of his career, we can see his contribution for badminton and for Indonesia, so many achievements that he already gave to Indonesia. Thank you Taufik Hidayat, you're a legend not just for Indonesia but for Badminton.

Badminton Indonesia

Haloooooooo, akhirnya saya kembali menulis setelah sekian lama tidak menulis di blog. Bayangkan postingan terakhir saya adalah di bulan Februari, fiuhh it's almost 5 months. Oke kali ini saya akan membahas, ceileee membahas nih yeeee, maksudnya menulis tentang bulutangkis Indonesia yang sudah mulai bangkit lagi :)

Setelah beberapa tahun terakhir mengalami prestasi yang tidak membanggakan, bahkan tahun lalu merupakan periode terburuk dalam sejarah bulutangkis Indonesia. Tanpa satupun gelar di Olimpiade, dan tidak lolos untuk pertama kalinya ke semifinal Piala Thomas. Lengkap sudah penderitaan negara kita, dalam hal sosial ekonomi terpuruk, bahkan olahraga yang kita banggakan sebagai identitas bangsa juga hancur, halaaah bahasa apalah ini hehehe. Untungnya beberapa siswa dan mahasiswa Indonesia berhasil mengharumkan nama bangsa di bidang akademis, congratulations :) Oke kita kembali ke bulutangkis lagi. Tetapi akhirnya semuanya tidak berlangsung lama, tahun ini, setidaknya sampai pertengahan tahun ini, bulutangkis Indonesia sudah mulai bangkit. Bisa dilihat dari beberapa kejuaran termasuk Super Series maupun Grand Prix hampir selalu ada pemain Indonesia yang juara.

Hal inipun (re: kebangkitan bulu tangkis Indonesia) dimulai dengan keberhasilan Ketua PBSI Gita Wirjawan mendatangkan kembali si anak hilang Rexy Mainaky ke pelatnas. Setelah malang melintang di luar negeri akhirnya Rexy Mainaky kembali juga ke Indonesia, hal ini tentu tidak terlepas dari lobi yang dilakukan secara personal oleh Pak Gita selaku Ketua PBSI. Mungkin beliau, dan juga kita sudah muak dengan prestasi bulutangkis Indonesia yang terus menurun.

Friday, May 16, 2008

Uber Berjaya!!!


Hidup Indonesia!!! Akhirnya Uber berjaya masuk final setelah mengalahkan salah satu tim kejutan di Uber Cup 2008 Jerman 3-1. Setelah sempat kalah di pertandingan pertama via Maria Kristin, Indonesia mampu menyamakan poin 1 sama lewat Adrianti Firdasari!! kemudian Diteruskan dengan kemenangan ganda Jo Novita dan Greysia Polii, dan ditutup dengan kemenangan Pia Zebadiah dengan straight set 2 set langsung. Di pertandingan lain, lawan Indonesia di final yaitu China, harus dengan susah payah mengalahkan Belanda sampai dengan pertandingan terakhir, dan ditutup dengan kemenangan China. Akhirnya Indonesia kembali menghadapi lawan tangguh di final. Apakah Indonesia mampu merebut piala Uber dari China?? Kalo menurut saya sendiri sih Indonesia pasti mampu, apalagi yang kurang dari permainan Indonesia, apalagi semakin matangnya permainan dari tunggal ketiga Pia Zebadiah, saya yakin Indonesia mampu menang dengan skor 3-0!!! Tapi yah kita liat aza!!!

Monday, May 12, 2008

Thomas and Uber Cup


Yapz... Sekarang udah mulai lagi deh perjuangan tim Merah Putih untuk merebut kembali Piala Thomas dan Uber kembali ke Indonesia dari tangan China. Indonesia dijadikan unggulan ke-2 di bawah China sebagi unggulan pertama. Pada Piala Thomas, Indonesia satu grup dengan Thailand dan Jerman, sedangkan pada Uber, Indonesia harus bertemu lawan yang cukup tangguh yaitu, Jepang dan Belanda yang diperkuat oleh mantan atlet Pelatnas Mia Audina. Pada Thomas Indonesia diperkirakan akan menang mudah karena lawan hanya merupakan unggulan ke-8 dan ke-9. Tapi kenyataannya, Indonesia harus berjuang mati-matian melawan Thailand yang akhirnya dimenangkan dengan skor 3-2. Bahkan Sony dan Taufik yang notabene merupakan pemain dengan peringkat atas kalah dengan pemain Thailand yang walaupun masuk peringkat 30 besar (Bonsak Ponsana) dan peringkat 131 dunia tetaplah bukan tandingan mereka. Kira2 kenapa yah?? Apa karena anggap sepele? Yang jelas perjuangan masih panjang. Ayo persembahkan yang terbaik buat negara, yaitu rebut kembali Piala Thomas dan Uber yanng hilang sejak tahun 2002 ke pangkuan Ibu Pertiwi. Let'z Fight Indonesia!!!!