![]() |
| suarajakarta.com |
Menyambung post saya sebelumnya tentang faktor – faktor penyebab banjir, kembali
saya akan menulis (karena mood sedang memuncak) tentang ehemm, lagi – lagi banjir.
Tentunya sebagian besar warga Jakarta sudah akrab dengan yang namanya banjir.
Akrab bukan berarti menyukai banjir tentu saja, melainkan dipaksa mengalami
banjir. Penanganan banjir tentunya tidak segampang seperti perencanaan ahli –
ahli sipil dan lingkungan di atas kertas, tetapi membutuhkan partisipasi
seluruh warga Jakarta. Ya ketidakpedulian memang menjadi momok warga Jakarta. Terutama
dari segi ketidakpedulian terhadap lingkungan. Maraknya pembuangan sampah
secara sembarangan tentu menyebabkan penumpukan sampah di tempat – tempat yang
tidak seharusnya jadi tempat sampah. Oke, kita sepakat untuk mulai peduli, jadi
kita sampingkan dulu sedikit tentang peduli dan tidak peduli.

