Sudah sejak lama
asal kata atau pengertian dari sebutan (kata) Batak (nama salah satu etnis di
Indonesia) diteliti dan diperbincangkan banyak orang. Bahkan ketika ada
beberapa suratkabar yang diterbitkan di awal abad 20 atau juga masa sebelumnya,
polemik sudah terjadi pada sejumlah penulis yang memperdebatkan apa
sebenarnya pengertian dari kata (nama) Batak, dan dari mana asal muasal nama
tersebut. Di suratkabar Pewarta Deli No. 82 tahun 1919 misalnya, polemik yang
paling terkenal adalah polemik antara penulis yang menggunakan nama samaran
“Batak na so Tarporso” dengan J. Simanjutak. Keduanya saling mempertahankan
pendirian dengan argumentasi masing-masing, sehingga menyebabkan polemik sempat
berkepanjangan. Demikian pula di surat kabar keliling mingguan yang diterbitkan
HKBP pada edisi tahun 1919 dan 1920, perbincangan mengenai pengertian Batak
juga cukup ramai dimunculkan.
Showing posts with label Budaya Batak. Show all posts
Showing posts with label Budaya Batak. Show all posts
Saturday, January 19, 2013
Batak, Apa Artinya?
Sudah sejak lama
asal kata atau pengertian dari sebutan (kata) Batak (nama salah satu etnis di
Indonesia) diteliti dan diperbincangkan banyak orang. Bahkan ketika ada
beberapa suratkabar yang diterbitkan di awal abad 20 atau juga masa sebelumnya,
polemik sudah terjadi pada sejumlah penulis yang memperdebatkan apa
sebenarnya pengertian dari kata (nama) Batak, dan dari mana asal muasal nama
tersebut. Di suratkabar Pewarta Deli No. 82 tahun 1919 misalnya, polemik yang
paling terkenal adalah polemik antara penulis yang menggunakan nama samaran
“Batak na so Tarporso” dengan J. Simanjutak. Keduanya saling mempertahankan
pendirian dengan argumentasi masing-masing, sehingga menyebabkan polemik sempat
berkepanjangan. Demikian pula di surat kabar keliling mingguan yang diterbitkan
HKBP pada edisi tahun 1919 dan 1920, perbincangan mengenai pengertian Batak
juga cukup ramai dimunculkan. ANTARA NOMMENSEN DAN SISINGAMANGARAJA
Sebuah Refleksi untuk Mengenal Jatidiri HKBP
Penetapan tema Jubileum 150 tahun HKBP
dengan judul “Mengembalikan Jati diri HKBP” dapat menjadi sebuah perdebatan dan
dapat juga mendatangkan kontroversi di antara warga HKBP. Dari segi etimologi
nama HKBP adalah Huria Kristen Batak Protestan yang dapat diterjemahkan dengan
Persekutuan Kristen Batak Protestan. Sementara ada orang yang mengaitkan HKBP
itu dengan inisial 4 orang pendeta yang mendeklarasikan berdirinya HKBP itu tgl
7 Oktober 1861, yaitu (H)eine, (K)lammer, (B)etz, dan V(P)an Aselt yang dari
kesemuanya itu tidak seorangpun yang merupakan orang Batak, mereka semua adalah
orang Barat (Sibontar mata).
Subscribe to:
Posts (Atom)
